Apakah Bisnis Buku Akan Tergilas E-Book?
Bisnis buku merupakan salah satu bentuk bisnis media yang
sudah hadir sejak lama. Selain buku, bisnis lain dalam kelompok media adalah
majalah dan surat kabar. Dengan semakin tingginya penggunaan Internet, membuat
semua yakin bahwa peran majalah dan surat kabar akan tergilas oleh media online
ini. Tengoklah banyak surat kabar yang satu per satu sudah mengumumkan “pamit”
dari bisnis konvensionalnya.
Sangat lumrah surat kabar akan tergantikan dengan Internet,
karena surat kabar sifatnya memuat beragam informasi yang dipecah-pecah dalam
beberapa kolom berita/informasi. Sehingga tidak semua berita di dalam surat
kabar itu harus dibaca seluruhnya oleh pembaca. Sehingga terkadang hanya
sebagian kecil dari surat kabar yang selalu dibaca oleh pembaca. Dengan
kehadiran surat kabar online berbasis Internet, pembaca dapat dengan tepat
sasaran untuk membaca sesuai berita yang diinginkan. Apalagi dengan menggunakan
teknologi RSS reader, semakin membuat pembaca fokus dengan bidang tertentu yang
akan selalu dibacanya. Sehingga tamatnya bisnis surat kabar media cetak memang
tinggal menunggu bunyo lonceng kematiannya.
Namun bagaimana dengan bisnis buku? Bisnis buku yang
merupakan salah satu bisnis dalam dunia cetak mencetak memiliki keunikan dan
kekhasan tersendiri. Mengapa demikian? Berbeda dengan suratkabar, buku berisi
satu informasi utuh yang dibahas tuntas seluruhnya dalam buku tersebut.
Sehingga dapat dipastikan hampir seluruh pembaca akan membaca tuntas buku yang
dibelinya.
Sama halnya dengan suratkabar, saat ini semakin menjamurnya
produksi buku dalam bentuk elektronik (e-book) yang memungkinkan kita membaca
buku langsung dari komputer. Bahkan Amazon pun telah mengeluarkan pirantikindle
sebagai piranti khusus untuk membaca buku, tablet PC dan bahkan iPad pun susah
fit untuk digunakan seperti kindle. Akan tetapi kalau kita tanya secara
pribadi, sebenarnya untuk membaca buku bagaimana pun akan tetap lebih enak dan
nyaman membacanya tetap dalam format tercetak seperti biasanya. Mengapa
demikian? Karena untuk membaca buku kita tidak bisa selesai dalam hitungan
detik/menit seperti surat kabar. Buku dibaca secara bertahap dan bersambung,
kadang di rumah, dilanjutkan di kantor, di bandara sambil menunggu pesawat
bahkan sambil tiduran di kasur, kita tetap bisa nyaman membaca buku. Tapi kalau
dalam bentuk elektronik, maka kita akan dihadapkan pada kekurangnyamanan seperti
menyiksa mata dengan membaca langsung dari layar monitor (baik laptop/pc, iPad,
PDA/Smartphone, kindle, dll). Bahkan dengan menggunakan iPad/Kindle pun kita
tentu tidak seleluasa bila membaca dalam bentuk cetak yang bisa dilipat, kadang
dibanting, bahkan sambil makan gorengan pun bekas minyaknya sedikit lengket di
buku pun kita tidak terlalu khawatir. Tapi kalau menggunakan piranti
komputer/kindle/iPad, tentu kita tidak bisa nyaman sambil tidurn (laptop/pc),
dan bisa dibanting ke kasur/terjatuh (iPad/Kindle) karena tentu bakal merusak
piranti elektronik tersebut. Apalagi untuk urusan dibawa-bawa di dalam tas
ransel dll, tetap buku dalam format tercetak jauh lebih unggu dibanding
berbentuk e-Book. Walaupun e-Book memiliki keunggulan penyimpanan yang sangat
ringkas cukup dalam satu media penyimpanan. Tapi tetap saja tidak bisa
mengalahkan kenyamanan dan keleluasaan menggunakannya (membaca).
Oleh karena itu menurut kami, walaupun nantinya suratkabar
cetak akan tamat riawatnya, buku akan tetap masih berusia cukup panjang ke
depannya. Sehingga para stakeholder yang terlibat mulai dari penulis, penerbit,
distributor, toko buku, percetakan tetap bisa berlanjut kehidupan bisnisnya.
Posting Komentar