Strategi Menghadirkan Buku Teks Kuliah Impor yang Murah


Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh perguruan tinggi di Indonesia adalah sulitnya memiliki buku-buku teks perkuliahan terbitan luar negeri yang telah menjadi rujukan utama dalam setiap mata kuliah. Sehingga sebagai jalan alternatif untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan penggandaan fotocopy atau mencari eBook “gratisan” di Internet, itu pun kalau ada. Masalah utama yang dihadapi dalam hal ini adalah karena harga buku-buku luar negeri tersebut masih tergolong mahal untuk ukuran kantong perguruan tinggi/dosen/mahasiswa di Indonesia.
Bayangkan saja, untuk satu buah buku teks asli terbitan dari salah satu penerbit di Amerika Serikat rata-rata berkisar Rp. 500.000-an s/d Rp. 1.000.000-an bila dikurskan ke rupiah! Sehingga sangat jauh fikiran kampus-kampus di negeri kita untuk membeli buku-buku tersebut dalam jumlah banyak. Paling-paling hanya dibeli satu lalu difotocopy. Itu pun tentu buku-buku utama dan penting.
Akan tetapi sebenarnya kalau diperhatikan, terutama yang pernah kami amati adalah buku-buku teks ilmu komputer ada buku-buku asli impor tetap harganya sangat terjangkau dan dari penerbit yang sama, yang menerbitkan buku yang sama dengan yang harganya mahal tersebut. Namun bedanya ternyata proses pencetakannya di negara lain, sebagai contoh yang kami amati adalah terbitannya di India, Singapore, dll yang rata-rata dari negara berkembang.
Awalnya kami cukup heran kenapa bisa mereka membuat edisi buku yang jauh lebih murah dari aslinya? Ternyata dari diskusi dan tanya-tanya didapatkan jawaban alasan yang cukup masuk akal yaitu adanya LOBI negara/pemerintah langsung yang bersangkutan dengan PENERBIT asli tersebut! Adapun perjanjian yang dibuat dari kedua lembaga tersebut di antaranya adalah buku tersebut hanya boleh diterbitkan dan didistribusikan serta diperjualbelikan hanya di wilayah teritori negara tersebut. Dan karena perjanjian ini dilakukan oleh negara, maka perjanjian tersebut paling tidak bisa dijalankan dengan maksimal karena adanya proteksi langsung oleh pemerintah. Sehingga dengan perjanjian model seperti itu harga buku yang dikenakan ke warga negara/perguruan tingginya bisa terjangkau karena disesuaikan dengan daya beli mereka/setempat. Tetapi tentu saja jangan harap kualitas (fisik) buku tersebut bisa setara dengan yang asli/edisi mahalnya, karena kertas yang digunakan memang beda kelas dan juga di sampul bukunya ada tulisan Low Price Edition atau yang sejenisnya.
Dari penjelasan singkat di sana, maka kalau Pemerintah kita Republik Indonesia benar-benar serius untuk memajukan pendidikan dan kualitas SDM nya di sektor ini. Salah satu langkah strategis dan konkrit yang bisa diwujudkan adalah dengan bisa menggandeng penerbit-penerbit besar tersebut untuk mau memberikan ijin/lisensi untuk menerbitkan buku-buku teks mereka dalam edisi murah/terjangkau dan diterbitkan di Indonesia langsung. Sehingga masyarakat kita bisa dengan mudah memiliki buku-buku berkualitas dengan harga yang terjangkau dan legal. Kalau untuk melobi HUTANG luar negeri saja bisa cepat dan jumlahnya besar, maka untuk hanya melobi sebuah perusahaan penerbitan luar negeri kami pikir tidak akan terlalu sulit. Kami tunggu langkah konkritmu pemerintahku….

Related Product :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. GRESMEDIA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger